Akibat pelaksanaan tender untuk proyek penanganan tebing pada Dinas Sumber Daya Air (SDA) Aceh tahun 2009, terpaksa ditender ulang.Pasalnya, dari empat jenis paket itu gagal dilaksanakan dengan baik, disebut-sebut akibat kurangnya dilakukan proses pengeboran pinggir tebing sungai terlebih dahulu.
Keempat proyek yang ditender ulang tersebut meliputi, pembangunan embung empe buno dikabupaten Aceh Besar, pengaman tebing sungai, pengeboran air tanah pada dua lokasi di Aceh Barat, dan pembangunan pengaman tebing sungai saluran di Simelue.
“Tender ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan, sebab, tahap pertama yaitu pada bulan maret lalu gagal.Seperti proyek di Aceh Barat, tak satupun perusahaan mendaftar,”kata ketua panitia tender Sungai Danau dan Waduk (SDW), Dinas SDA Aceh, Teuku Andismar, ST, kepada Liputan KITA, kemarin.
Disebutkan dia, proyek pembangunan embung empe buno dikabupaten Aceh Besar yang menelan angka rupiah sekira Rp1 Miliyar, pengaman tebing sungai dikecamatan Kaway XVI, sekitar Rp300 juta, pengeboran air tanah pada dua lokasi di Aceh Barat, dan pembangunan pengaman tebing sungai saluran Rp300 juta, di Simelue.
“Memang pelaksanaan tender tahap pertama itu, untuk daerah Aceh Besar dan Simelue, tergolong ada perusahaan yang mendaftar.Hanya saja belum memenuhi kualifikasinya,’tutur dia.
Diterangkan Andi, proyek ditender kembali sejumlah 12 paket, untuk sektor Sungai Danau dan Waduk dijajaran Pemerintah Aceh, yang bersumber dana APBA 2009.
“Saat ini kami masih melakukan evaluasi terhadap pengerjaan yang akan dilakukan untuk 12 paket tersebut, dan diharapkan tender itu tidak dapat berjalan dengan baik tanpa diulang kembali,”terang Andi.
Menurut dia, jika tender tersebut bakal mengalami persoalan yang sama dengan bulan maret lalu, pihak SDA akan mengulang tender itu kembali.Sehingga, pekerjaannya dapat dilaksanakan.
“Kalau masih gagal, berarti pihak SDA akan melakukan upaya koordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, guna mencari solusi persolan itu,”tandas dia.
Sementara Azwar (28), menilai kegagalan yang terjadi dalam proyek penanganan tebing Kecamatan Kaway XVI Aceh Barat, disebabkan, planning yang dilakukan tidak melalui penelitian secara profesional oleh pihak instansi Dinas SDA Aceh.
“Persoalan seperti ini, menunjukkan sisitim kerja pada instansi tersebut yang masih terkesan amburadul.Sehingga, perlu dibenahi untuk kepentingan rakyat didaerah,”imbuh Azwar.
Dibaca oleh : 47 pengunjungBeritahu Teman Anda | Print This Post















































